Menjadi Media Partner KKN Mahasiswa, Mengapa Tidak?

EKSOTIS – Dermaga masuk Desa Kolorai Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai. (Foto: #KitaMorotai)

EKSOTIS – Dermaga masuk Desa Kolorai Kecamatan Morotai Selatan Kabupaten Pulau Morotai. (Foto: #KitaMorotai)

SEJAK beberapa bulan lalu, salah satu brand Pandiva Media Network (PMN), Jogja Daily, didapuk sebagai media partner #KitaMorotai, sebuah Program Pemberdayaan Masyarakat Kuliah Kerja Nyata (PPM KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) di Kabupaten Kepulauan Morotai, Juli 2015.

Terasa aneh, karena mungkin baru kali ini, program KKN mahasiswa memiliki media partner, bahkan dalam kadar keterlibatan intensif. Tapi tentu tidak bagi jejaring media daerah ber-platform Jurnalisme Progresif seperti PMN. Karena jelas, kontribusi PPM KKN UGM pada perkembangan daerah bisa sangat berarti.

PMN sadar sepenuhnya, kampus memiliki potensi analisis dan inovasi besar untuk diimplementasikan pada tingkat daerah. Kampus dan pemerintah daerah serta stakeholder yang ada dapat saling dukung untuk mempraktikkan banyak formulasi pengembangan daerah.

Selain program dalam bidang pendidikan, #KitaMorotai mencanangkan program-program lain bidang ekonomi dan pariwisata. Konsep yang digunakan dalam pencanangan program menggunakan prinsip bottom-up di mana sasaran yang dituju adalah masyarakat desa yang bekerja, baik di sektor pertanian maupun perikanan sebagai pelaku ekonomi paling rendah dalam sistem perekonomian.

Dalam program di bidang ekonomi nantinya #KitaMorotai akan membersamai masyarakat desa yang bekerja, baik sebagai petani atau nelayan mulai dari tingkat produksi hingga proses distribusi. Bukan mengajari petani menanam tanaman atau mengajari nelayan menangkap ikan, tapi nantinya membersamai para petani dan nelayan untuk menemukan masalah dalam proses produksi hingga proses distribusi.

Program yang dicanangkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat dalam bidang pertanian dan perikanan misalnya mencari dan menemukan serta menerapkan metode peningkatan hasil produksi, peningkatan nilai jual hasil produksi, hingga efisiensi distribusi hasil produksi yang akan didistribusikan ke pasar-pasar di Morotai.

Selain membersamai dari proses produksi hingga distribusi, bersama masyarakat Desa Poporoco dan Kolorai #KitaMoritai merintis pembentukan kelompok tani dan kelompok nelayan yang akan memudahkan integrasi dan sinergi dalam organisasi kerja. Diharapkan, nantinya para petani dan nelayan akan lebih mudah untuk saling bekerja sama guna membentuk sistem kerja yang bertujuan untuk meningkatkan taraf ekonomi para petani dan nelayan tersebut.

Promosi Daerah

Selain dalam bidang pendidikan dan ekonomi, baik pertanian atau perikanan, #KitaMorotai mencanangkan program di bidang pariwisata, meliputi pengumpulan data potensi pariwisata di Morotai.

Data-data potensi tersebut akan digabungkan untuk selanjutnya membuat Tourist Information Center. Rencana pembentukan Tourist Information Center sendiri akan dipusatkan di Desa Kolorai yang merupakan desa wisata. Letaknya berdekatan dengan pulau-pulau kecil Morotai seperti Pulau McArthur, Galo Galo, Kokoya, serta Dodola.

Program pariwisata yang dicanangkan untuk masyarakat Desa Kolorai meliputi pembentukan Kelompok Masyarakat Sadar Wisata (Pokdarwis). Masyarakat Desa Kolorai akan berhubungan langsung dengan turis lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Morotai.

Untuk meningkatkan minat pariwisata ke Morotai #KitaMorotai akan membuat output seperti video dokumentasi, buku, serta jurnal. Output akan dipublikasikan melalui media-media pendukung yang diharapkan menarik minat calon wisatawan untuk datang berkunjung.

#KitaMorotai juga menggelar pendidikan anti-korupsi, sosialisasi program pemerintah, penanganan masalah alam daerah seperti abrasi, perawatan infrastruktur desa, serta peningkatan kesadaran hidup sehat masyarakat.

Dengan program-program tersebut, diharapkan akan membantu masyarakat dalam menghadapi isu Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang akan dibentuk.

Nah, begitu signifikan kolaborasi ini, bukan?