Jatidiri Daerah, Konten Utama Membangun Media Lokal

OPTIMIS - Pimpinan Griya Pandiva dalam sesi foto bersama usai Majelis Tahunan Pandiva 2014, Sabtu (6/12/2014), di Dapoer Bistik, Penumping, Kota Solo. (Foto: Surakarta Daily)

OPTIMIS – Pimpinan Griya Pandiva dalam sesi foto bersama usai Majelis Tahunan Pandiva 2014, Sabtu (6/12/2014), di Dapoer Bistik, Penumping, Kota Solo. (Foto: Surakarta Daily)

ADA yang menarik dari benang merah pertemuan tahunan jejaring bisnis dan kreativitas, Griya Pandiva, bertajuk Majelis Tahunan Pandiva 2014, Sabtu (6/12/2014), di Dapoer Bistik, Penumping, Kota Solo.

Kesimpulannya, menegaskan kembali jatidiri adalah kunci pengembangan potensi daerah. Dengan mafhumnya masyarakat daerah akan jatidirinya, karakter dan identitas akan menguat, lantas melahirkan ekspresi dan perilaku lokal yang autentik.

Griya Pandiva memiliki concern pada penguatan entitas lokal untuk hidup yang lebih baik. Potensi lokal akan menjadi kekuatan signifikan bila lahir dari kemafhuman masyarakat lokal akan jatidirinya. Kompetisi industri yang luar biasa pada zaman ini telah menggeser jatidiri masyarakat lokal menjadi individualis dan mengabaikan sejarahnya.

Kekuatan Pandiva ada pada dukungan masyarakat lokal yang optimis bahwa bagaimana pun keadaan dan situasinya akan mampu mengangkat mereka ke tingkat hidup yang lebih berkeadaban dan sejahtera.

Kepada stakeholder daerah, baik itu akademisi, pebisnis, pemerintah, maupun komunitas kreatif, diharapkan untuk bersinergi, mendeteksi banyak hal yang dibutuhkan, lantas bersama-sama mencari solusinya. Indonesia sejak lama adalah bangsa guyub, bukan bertabiat serakah. Mengawal potensi daerah menjadi kunci masa depan Indonesia.

Produk-produk Griya Pandiva seperti media online di beberapa daerah strategis, menjadi bukti komitmen serius pengembangan daerah. Dengan dukungan tim pakar yang mumpuni dan jejaring teknologi informasi mutakhir, bukan tidak mungkin akan melahirkan soliditas Griya Pandiva dan stakeholder daerah yang luar biasa.

Jatidiri Daerah

Orientasi Griya Pandiva untuk mengawal potensi daerah sungguh pilihan strategis. Sebab, karakter daerah menjadi amunisi penting dalam melakukan branding kedaerahan.

Negeri ini dipenuhi sejarah luar biasa. Mulai Aceh hingga Papua memiliki karakter lokal yang unik. Semua itu tidak serta merta dapat diberdayakan, bila tanpa pengawalan ekstra. Dengan fokus pada eksplorasi jatidiri daerah, masa depan Indonesia akan semakin cerah.

Sekian banyak stakeholder daerah, akan dapat melahirkan gerakan besar, bila saling bersinergi dan berkontribusi. Saling mencurigai, hanya akan kontraproduktif pada konteks kebersamaan membangun daerah. Sebab, bila sebagian masyarakat bisa sejahtera, sementara yang lain tidak, tentu itu bukan kebaikan bersama namanya.

Referensi: