Search and Hit Enter

Terima Kasih

Terima kasih. Tampaknya, ukiran kesalehan tak melulu tampak berapi-api dan memimpin. Setelah sekian lama aku menangisi peranku yang tak kunjung signifikan, aku kini merasa, semua akan baik-baik saja andai aku tak terlalu mempersoalkan semua hal yang selama ini aku anggap sebagai kekalahan… beruntun.

Sakit juga kalau semua hal harus dihitung. Kalau tak berakhir, berserah dirinya selalu saja datang terlambat. Rasionalisasi bahkan terlalu angkuh untuk menawarkan eksistensi bermanusia. Ia jelas bukan satu-satunya. Sebab, ada nurani, juga nafsu, yang sewaktu-waktu dapat dikomposisikan sesuai dengan apa yang seharusnya dilakukan.

Terima kasih. Sepertinya, sematan kemanusiaan tak harus dengan berdirgahayu gagasan besar tentang dunia yang penuh dinamika. Aku bukan pasif, tapi aku tahu kapan harus aktif. Semua hal tampak tak terlalu penting dengan fokus yang lebih memberi arti. Selama ini, aku terlalu menginginkan banyak hal.

Satu-satu lebih menenteramkan, ketimbang beratus alasan untuk tidak melangkah. Keberanian bukan kenaifan, kalau saja dengan embel-embel empati yang cukup. Toh bila dilakukan dengan komunikasi yang baik, semua juga akan berhasil baik. Keberanian bukan berarti menurunkan prestise eksistensi.

Terima kasih. Dalam radius sekian, keterlambatan yang selalu aku maknai sebagai kepecundangan, pelan tapi pasti dapat aku kompromikan dengan sedikit dalih kebersamaan, yang ternyata, hampir saja aku takut, andai aku tak mampu. Menahan sakit karena kelebihsukaan yang terurai sangat lambat kemarin, memaksaku untuk terlalu tertutup dan doyan berbasa-basi.

Aku pun menjadi memilih senyum keapaadaan itu. Aku tak takut untuk mundur, atau maju. Aku menjadi sering termangu hanya mungkin, aku telah berani menatap jauh ke depan. Sepertinya, aku telah berani memadatkan waktu pada hitungan yang tak terlalu bertele-tele. Dunia sudah seharusnya dimaknai sebentar. Sulit rasanya kalau terus mendaku salah masa lalu pada salah masa kini, hingga tak lagi dapat berkesudahan.

Terima kasih. Keterusterangan yang ningrat tentang kasih, ternyata bukan hanya milik ibu kepada anaknya; guru pada muridnya; tapi juga milik semua orang. Semua tak terlalu sulit andai kedakuan akan kekurangan dapat ternganga sempurna. Sederhana saja, dunia memang untuk berbagi kekurangan; salah satunya.

Pemberian tak harus berarti kompensasi. Senyum tak berarti menyimpan mau. Hormat tak berarti lambat. Omel tak berarti buruk. Gagal tak berarti akhir dunia. Kurang tak berarti mundur. Sabar tak berarti kontra-revolusioner. Memilih tak berarti berkurang kadar universalitasnya. Dan berbagi tak berarti elitis.

Terima kasih. Aku mendadak sangat menikmati figur ideal tentang sesuatu, yang sebelumnya tak pernah berani aku jamah. Aku semakin blak-blakan kalau harus memaui sesuatu. Agak sentimentil, agak meradang, agak khawatir, agak berkelit, agak menjaga kesan, agak merinding; menempatkanku pada ranah baru tapi sebenarnya lama, tentang keberanian yang pernah aku punya.

Berharap tak selamanya bermakna setengah pecundang. Aku tak perlu sinis untuk berharap, jika semua hal dapat didudukkan pada porsinya yang tepat. Semisal, aku bisa saja berharap tentang dunia yang aku ingini, gaya hidup yang tak seperti orang-orang, cara bicara yang aku suka, cara gaul yang membuatku nyaman, dan… cara mengadu pada Allah yang aku pilih.

Terima kasih. Aku menjadi ramah pada komponen-komponen baru yang selama ini hanya aku tatapi keabsahannya. Aku menjadi semakin moderat karena dapat bersegera memberi ruang pada apa pun. Fundamentalis, eksistensialis, humanis, liberalis, bagiku hanya istilah penggampangan pikir bagi indahnya kebersamaan intelektual. Kenyataan ini sangat tak mungkin aku tapaki kalau saja aku masih ngeri dengan sesuatu yang menurutku aneh.

Terima kasih. Ya, terima kasih atas semua hal yang menurutku indah. Terima kasih atas semua hal yang tak pernah aku lakukan sebelumnya. Terima kasih atas banyak hal yang seharusnya membuatku belingsatan. Terima kasih atas kekuatan pikir yang semakin aneh, tapi aku betah dan sangat menyukainya. Terima kasih atas terima kasihnya. Terima kasih untuk semuanya….