Search and Hit Enter

Kasih Itu Tak Sulit

Beberapa kawan perempuanku pernah bilang kalau aku adalah orang yang enak dijadikan teman, tapi menjadi tak enak kalau harus dimiliki. Apa maksudnya? Enak… emang makanan? Tanpa ampun mereka menghadiahiku banyak cercaan mengenaskan. Katanya, aku adalah teman bicara yang baik, tapi sulit dimengerti. Katanya, aku menenangkan, tapi tak pernah bisa ambil sikap. Katanya, banyak orang yang betah bersamaku, tapi terlalu idealis untuk orang yang rileks. Katanya, aku pandai bercerita, tapi terlalu melangit.

Duh, apanya yang bagus kalau begitu? Lhah, berarti, aku mirip internet yang bisa dicurhati tiap saat tentang apa pun tapi tak pernah bisa menyentuh si user. Berarti, aku mirip tokoh kartun yang dikangeni banyak orang, tapi dia tak nyata. Berarti, aku mirip jarum pentul yang banyak diperlukan orang, tapi mereka lupa tempat menaruhnya. Berarti, aku mirip teleskop yang bisa digunakan melihat banyak hal, tapi tak bisa berguna untuk hal-hal yang lebih kecil.

Parahnya, aku bukan Einstein yang sulit ditandingi jatah fisikanya. Aku bukan Bill Gates yang yakin bahwa kode-kode membingungkan komputernya dapat menyenangkan banyak orang. Aku bukan Tohpati yang sederhana tapi jago gitar. Aku bukan pula Cak Nur yang dihujat banyak orang, tapi dicintai keluarga dan dihormati banyak pemikir.

Kesimpulannya, sebenarnya, aku tanggung-tanggung saja menjadi manusia. Aku tak besar, tapi katanya, aku tak pernah mau dianggap kecil. Aku tak berjasa, tapi tak pernah mau dinilai bodoh. Aku tak terkenal, tapi tak pernah sudi under estimate. Aku tak banyak mengerti, tapi ngeri kalau harus dibilang telat mikir. Aku bukan pejuang kemanusiaan, tapi merasa aneh kalau tak banyak berbuat.

Sesuai sunatullah, orang baik hanya untuk orang yang baik. Maksudnya, orang tanggung juga untuk orang yang tanggung. Tentu, semua ini bukan keniscayaan absolut. Ada tempat dan waktu bagiku untuk terus lebih baik. Tapi setidaknya, aku tengah sadar sepenuhnya, berada di tahapan mana saat ini. Semua menjadi tanggung karena aku menganggapnya tanggung, bukan karena didukung orang-orang berprestasi ‘tanggung’ di sekitarku. Bagiku, ini hanya tentangku, bukan orang-orang di sekitarku. Lagi pula, aku tak berhak menilai mereka sebagai orang yang ‘tanggung’.

Sebelum Linkin Park besar, Chester Bennington, lead vocal-nya, memutuskan untuk menikah. Karena tak punya uang sedikit pun, ia hanya bisa memahari istrinya dengan gambar tato yang sama di tubuh masing-masing. Armand Maulana menikahi Dewi Gita pada umur 22 tahun.

Amien Rais harus menunggu kelahiran anak pertamanya dalam rentang masa yang sangat lama. Ia terus berikhtiar, hingga buah hatinya pun lahir. Bill Clinton merasa, istrinyalah tokoh penting di balik kesuksesan dia. Tanpa Hillary, Clinton merasa bukan apa-apa. Setelah berpuluh tahun, kebesaran Bon Jovi ternyata beriring dengan harmonisnya rumah tangga vokalis ganteng dengan jutaan fans itu.

Leo Tolstoy baru belajar untuk naik sepeda ketika usianya telah mencapai kepala enam. Pakar pendidikan penting ini bahkan mewasiatkan seluruh harta yang ia miliki bagi masyarakat di sekitarnya. Hatta tak sempat membeli sepatu yang ia idam-idamkan, bahkan hingga ia wafat. Catatan hariannya berujar tentang perlunya memikirkan banyak hal, ketimbang hanya persoalan sepatu, yang meski sebenarnya sangat ia sukai dan ingini.

Jutaan data mengabarkan padaku tentang indahnya kasih, bukan hanya kekurangan yang selama ini menyiksaku. Semua itu mengajarkan kejelian baru dalam hidup, yang tidak melulu harus dimaknai negatif. Aku bukan memisahkan indah dan buruk, karena tak mungkin dunia hanya berisi salah satunya. Aku ingin merasakan ‘keseimbangan’ yang selama ini kumaksud, tapi tak dapat kuraih dan rasakan.

Aku sulit bercerita tentang kasih, lantaran ia sangat mudah dirasakan. Aku sulit mengetengahkan efek dari kasih, karena semua tak akan dapat mewakili apa yang kumaksud. Aku sulit berpolemik tentang kasih, karena ia hanya bisa didamba, dihayati, dan dipraktikkan. Semua hanya tentang mengerti dan berbagi. Semua hanya tentang bersama dan percaya. Semua hanya tentang mengisi dan diisi. Semua hanya tentang ingin dan diingini. Semua hanya tentang….

Sebab, kasih memang bukan perkara sulit. Ya, kasih itu tak sulit.