Search and Hit Enter

Puasa Kesengsem

Aku pendamba keterikatan batin. Serupa keinginanku untuk selalu ingin tahu apa yang dimaui semua orang. Agar aku tak bersua dengan kekecewaan. Agar aku tak beriring dengan ketidaksepahaman. Agar aku yakin bahwa semua orang terhubung. Ya, connecting people, kata Nokia.

Kapan pun, aku belajar berdiplomasi tentang ekspresiku. Aku merasa perlu untuk mengungkap semua yang aku rasakan melalui ucapan-ucapan yang aku susun, salah satunya. Aku tak ingin, banyak orang justru salah tafsir dengan apa yang aku maksud, hanya karena aku miskin ekspresi. Tapi, aku mentok juga. Ternyata, ada banyak alasan mengapa seseorang tak bisa benar-benar ekspresif.

Scene Notting Hill mengabariku beberapa hal. Beberapa saat sebelum akhir cerita, Anna Scott datang ke toko buku perjalanan milik William Thacker. Ia menanyakan, mengapa Will pulang dari tempat syuting, padahal ia telah sepakat akan bicara banyak dengan Anna setelah syuting selesai. Will merasa tidak pantas menunggu Anna lantaran ia mendengar langsung ucapan Anna pada salah seorang aktor bahwa Will bukanlah siapa-siapa bagi Anna. Hanya seorang kawan lama yang tiba-tiba mengunjunginya. Semua terasa janggal bagi Anna.

Will bertanya pada Anna, mengapa ia bicara seperti itu pada si aktor. Anna menjawab, apakah ia akan jujur pada laki-laki paling tidak sopan di Inggris? Anna butuh dimengerti sebagai seseorang berprofesi artis yang memang punya cara sendiri berkomunikasi.

Anna lantas menghadiahi Will lukisan kambing menggesek biola karya Chagall. Kata Anna, sebenarnya lukisan itu telah lama ia miliki, tapi ia bingung bagaimana mengontak Will, setelah dua kali perilaku buruknya pada Will beberapa waktu lalu. Akhirnya Will pun luluh.

The thing is….Anna said.

What is the thing?

I had to go away, but I wonder if I didn’t, will you might let me see you in little or a lot, may be. See you if you could like to me, again.

Ternyata Anna hendak berpamitan. Tapi, ia ingin bersama Will dan mungkin Will akan menyukainya lagi.

Yang menarik, mengapa Anna tak katakan semua itu, langsung? Mengapa Anna harus berucap, kalau ia ingin melihat Will lebih sering? Kalimat ‘ingin bersama’ bisa berganti dengan kalimat ‘ingin melihat lebih sering’. Fantastis!!

Will lantas menolak Anna karena ia hanyalah seorang pemuda biasa yang tak pandai jatuh cinta. Ia tak ingin hatinya tak tersembuhkan, bila Anna menyakitinya untuk ketiga kali. Ia juga merasa kalau Anna adalah sosok terkenal yang sangat berbeda dengan dirinya.

Dan apa penjelasan Anna?

I’m also just a girl, standing in front of a boy, asking him to love her.

Anna meyakinkan Will bahwa ketenaran itu bukan hal nyata, dan ia juga perempuan biasa yang mendamba cinta dari seorang pria. Sekadar itu. Sebatas bahwa semua memang bisa ditafsirkan normal, asal kita tahu betul bagaimana memandang posisi kita di depan kemanusiaan, salah satunya cinta atau kasih.

Aku berpikir, apa susahnya mengatakan keinginan itu? Apa sulitnya bagi Anna untuk mengungkapkan keinginan untuk dicintai seutuhnya? Meski barangkali, dua kali kesalahan Anna di masa lalu bisa menjadi alasan kuat bagi dia untuk menahan diri. Bahwa ia sungkan untuk ekspresif karena ia takut dianggap tak tahu diri, lantaran ia benar-benar pernah mengecewakan Will.

Tapi tidak. Ini tentang penghormatan. Ada cara yang ningrat untuk menyampaikan hal tersebut, sebagai bentuk kehati-hatian, karena berurusan dengan jiwa yang lain. Siapa pun Anna saat itu, atau sebagai apa pun Anna ketika itu, ia tetap seseorang yang ingin menyampaikan perasaannya dengan tujuan awam, tapi bergaya ningrat. Ia sangat tahu bagaimana memperlakukan dirinya di depan seseorang yang sangat ia kagumi.

Aku tersenyum sebentar.